| Coaching Clinic Pitt Instruments - Fataji Susiadi |
|
|
|
| Written by Farhan Aurully Fauza | |||||||
| Saturday, 15 May 2010 | |||||||
|
Coaching Clinic Pitt Instruments Jum’at, 30 Oktober 2010 Oleh: Fataji Susiadi
· Pitt bukan hanya tempelan saja tetapi juga sebagai pengiring, melodi inti, atau pemberi warna dalam sebuah music. · Pitt dapat berdiri sendiri sebagai sebuah ansamble, dan ini harus mendapat perhatian serius dari pelatih pitt. · Dalam bermain pitt teknik dan ekspresi harus beriringan karena keduanya sangat penting tetapi dalam segi ekspresi dan gerakan tidak boleh berlebihan. · Sebenarnya dalam display pitt tidak wajib untuk melihat field commander, pit hanya melihat untuk mencari tempo awal saja. Untuk tempo berikutnya pitt hanya perlu mendengar dari tempo music dibelakangnya saja. · Sebenarnya orang Indonesia memiliki bakat dalam bermain music yang cukup baik tapi masih kurang dalam hal pendidikan dan pengetahuan. · Untuk gerakan dalam pitt sebaiknya harus disesuaikan dengan tema atau keseluruhan paket yang dibawakan. · Timpani di dalam orkes member warna music, ironisnya pemain timpani di Indonesia teknisnya kurang baik dan kurang benar. · Masalah di timpani adalah seringkali tuningnya salah karena keseringan di Indonesia para konduktornnya ingin buru2 sehingga tidak sempat tuning dengan telinga. · Hal lain yang sering salah dalam bermain timpani adalah teknik memukul. Hampir 99% pemain timpani di Indonesia memiliki teknik pukulan yang salah. · Kesehatan dalam bermain music juga harus diperhatikan, karena sering kali kesehatan terganggu karena latihan. Misalnya saja tulang belakang pemain snare atau quint menjadi miring karena tidak menggunakan alat dengan benar. · Dalam bermain musik yang penting adalah natural dan rileks, maksudnya tidak dibuat-buat dan tidak tegang. · Dalam bermain pitt jangan bergerak kalau tidak terpaksa kecuali kalau ada skenario. (Yoko Abe) · Dalam main marimba pencapaian dan interpretasinya usahakan sama dengan bermain alat gesek seperti biola. · Pencapaian dan interpretasi dapat dipelajari step by step, secara perlahan tidak bisa langsung. · Prinsip untuk mallet dalam keyboard pitt adalah yang memukul tidak boleh lebih keras dari yang dipukul. · Di semua perkusi hanya ada 4 model pukulan. Pertama full stroke (f) stik dari atas mukul kemudian ke atas lagi, kedua down stroke (d) stik dari atas mukul kemudian berhenti di bawah, ketiga up stroke (u) stik dari bawah mukul kemudian berhenti di bawah, dan yang ke empat adalah tap stroke (t) stik dari bawah mukul kemudian berhenti di bawah.
· Jangan melatih hanya dengan satu oktaf, paling tidak dua oktaf agar memiliki daya tahan. · Untuk memegan mallet yang benar adalah yang menjadi titik poros atau titik tumpu adanya di pergelangan tangan dan yang paling up to date adalah di tulang putar (dekat bahu dan jari tangan), untuk letak jempol dan jari telunjuk harus pada satu tumpuan. Kemudian yang berikutnya adalah control tangan. Tangan (dari lengan sampai pergelangan tangan, dan juga posisi bahu tangan) harus lurus, tidak boleh bengkok (natural). Posisi jempol jangan menggigit dan jangan bengkok, usahakan seperti orang yang sedang mengiris, megang samurai atau main badminton. Siku tangan usahakan 80 derajat. · Untuk pukulan legato paling bagus memakai pergelangan tangan sebagai titik poros, tetapi untuk markato lebih baik tulang putar sebagai titik poros.
………………………………………………………………………………………………………
· Pemain music harus berinteraksi secara baik dengan instrumennya. · Posisi tubuh natural, kaki dibuka. Secara teori jaraknya satu jengkal dari marimba. Main ditengah 1 oktaf. Yang berputar itu dadanya, menyerong ke kanan dan kekiri. Yang benar ketika badan menghadap ke kiri, maka tangan kanannya yang lebih tinggi dari tangan kirinya. · Pada bilah, gelombang yang terjadi adalah gelombang longitudinal. Memukul harus di tengah, karena terdapat titik node disana. Dibawah bilah tepat di tengah ada tabung, yang berfungsi untuk menstabilkan gelombang. Pukul benar2 diujung atau ditengah, jangan pukul di tali. · Kriteria pemain pit yang baik idealnya bisa piano atau punya basic piano. Pemain drum set yang baik harus menguasai keyboard. Main marimba lebih sulit daripada main drumset jadi mestinya kalo bias main marimba, mudah untuk main drumset. · Kecenderungannya kalo ga liat fc jadi nunduk, itu jelek. · Pembawaan, penjiwaan, ekspresif, biar dapet feelnya. · Marimba itu konstruksinya rapuh, jangan taroh apapun diatas marimba, atau nyenderin tangan di marimba. · Timpani juga sama, jangan liat fc, tapi liat belakang, misalnya liat battery. Tapi kalo udah dapet tempo sama feel section lain, jangan lupa ekspresif lagi ke penonton. Pelatih harus tau timpani main bareng alat apa, karena timpani memberikan warna. · Kalo di vibraphone posisi berdirinya gimana? Sama, kaki dibuka, kalo mau pindah oktaf, disilang kakinya. Menginjak pedal selalu dengan kaki kanan. · Motion sangat penting bagi marimba. Kalo speed tinggi dan jarak nada jauh, harus ada persiapan tangan. Walau belum main tapi tangannya harus udah sampe/menuju not selanjutnya yang akan dipukul. Jangan gambling. · Pukulan pake poros pergelangan tangan. Lengannya jangan goyang2. · Ada juga istilah palm up dan palm down. · Ada teknik menginjak pedal. Ada yang bareng dengan pukulan ada yang duluan. · Timpani postur tubuh sama seperti marimba. Harus latihan interval, harus punya feeling interval. Punya bayangan nada atau pola. Jarak antara nada. · Music itu tidak sulit. Seperti bahasa, kalo belajar bisa. · Kalo ada yang salah harus diberhentikan, dikasih tau salahnya dimana, trus yang bener kaya gimana, baru diulang. · Pukulan timpani harus mantul karena getarannya besar, biar sinergis. Harus dapet tone colour dari suara timpaninya. Pemain timpani yang baik mungkin hanya 3 di Indonesia, bahkan lebih sedikit dari jumlah dokter. ;)
Program · Seperti piramida, yang paling bawah adalah basic, teknik, dan warming up. 3 bulan. Materinya untuk keyboard: semua tangga nada mayor. Dua oktaf naik-turun. Setelah bisa, ke minor. Tri nada arpeggio naik-turun. Tri nada Patah-panjang naik turun. Tri nada patah-pendek. Roll. Semua dilakukan dengan Dua mallet lalu empat mallet. Warming up untuk saling mendengarkan, untuk timing. Kalo lai belajar lagu triplet, pemanasannya juga dibiasain nadanya 3-3. Tetapi semuanya harus disesuaikan dengan kebutuhan lagu. Kalo kaga ada dilagu, kaga usah pake basic itu. Biar efisien, ga buang2 waktu. · Atasnya reading (belajar lagu proyek) · Atasnya lagi musicianship. Ansamble, manner · Atasnya lagi show. Run through. · Setelah itu, bisa berimprovisasi biar anak2 ga bosen. Bisa ganti2an. Pemain pit harus bisa main solo minimal satu lagu. · Ga boleh benerin grip dobel mallet kiri pake tangan kanan. Benerin pake satu tangan yang sama. · Langkah pertama: harus independen antar mallet. Tapi ketika bergantian, justru harus bergantian. Buka-tutup mallet. Kanan buka, kiri tutup, ganti2an. · Antara pelatih dan yang dilatih harus ada interaksi, harus dibuka terlebih dahulu. Tapi jangan over nanti jadi kurang ngajar. · Latihan stretching, ambil nafas, biar rileks dan kuat. · Mainkan teknik dua mallet dengan memegang 4 mallet. · Trus kaya ribondon gitu, dobel stop trus satu mallet 8 not gitu. · Latihan mb harus seimbang antara program yang bagus dan anak dibikin senang. · 900 jam latihan · Pitt tidak Cuma main music. Tapi pemain juga jadi actor/aktris. Budi: kan banyak pemula, jadi kurang mandiri dan kurang inisiatif, harus disuapin terus. Bagaimana cara membuat pemain jadi lebih mandiri? Mas fataji: kasih pendekatan, biar dia apresiasi.
Pemain timpani: cari yang postur tubuhnya oke, pede, kasih pengertian bahwa timpani itu oke dan satu2nya, sangat penting.
Instrument itu ada batas getarannya. Di timpani, kadang ga usah terlalu keras udah nyampe suaranya. Kalo dipaksa malah bisa bikin pecah. Timpani ga boleh deket2 kontra bass sama tuba.
Kalo mau kompetisi harus pelajari apa2 saja yang dinilai di form penilaian.
Mas andreas: apakah dibutuhkan karakteristik khusus untuk masing2 alat pit? Anak seperti apa yang cocok di xylophone, dll? Kalo karakter anaknya lembek jangan ditaroh di alat yang nadanya tinggi2 kaya xylophone, high marimba, dll. Sesuain juga sama tinggi badan. Tapi kalo ga bisa banget yaudah ga apa2 yang penting diisi, enerjik. Marimba yang tangannya panjang, jangkauannya lebar.
Hornline sama battery ga boleh denger pit. Cuma boleh liat tangan field commander. Pit harus dengerin belakang. Field commander harus hafal part battery sama hornline.
Pilih mallet yang dari rotan. Rotan yang paling bagus dari Kalimantan.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Last Updated ( Wednesday, 14 July 2010 ) | |||||||
| < Prev | Next > |
|---|
| Sejarah |
| Filosofi |
| Prestasi |
| Management |
| MBUI Through The Years |
Video |
| Album Foto |
| Links |
| Box Ngomong |